Senin, 06 November 2017

rindu sahabat

berkarya dan terus berkarya. itu yang aku tanamkan dalam diriku. seni merupakan suatu hal yang membuat hidupku berarti. kali ini saya akan menuliskan cerpen, yang disaring dari kehidupan nyata saya.. hehe langsung aja nih, baca ya..



SENYUM YANG KURINDUKAN
By : delvika nur vindyani
 
 
Pagi ini suasana desaku sangat damai. Burung burung nampak bahagia, sama sepertiku yang tengah bahagia karena aku akan bertemu sahabat lama ku.
Aku bangkit dari kasurku dan langsung mengambil peralatan mandiku. Udara yang dingin tak meggoyahkan semangatku untuk menemuinya. Waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Aku bergegas menuju ke sawah dekat rumahku. Sesampainya disawah, aku tak melihat siapapun disini. Aku menunggu dan harap harap cemas kedatangan sahabatku.
Waktu terus berlalu, aku melihat sebuah bayangan mendatangiku. Ya! Itu sahabatku. Aku berdiri dan langsung memeluknya. Ku lepaskan rinduku yang teramat dalam dengannya. Sosok wanita cantik, berhijab dan anggun itupun memeluk ku. Terlihat matanya berkaca kaca saat memelukku dan mengatakan rindu padaku.
Rinduku padanya cair, setelah 5 tahun tak bertemu. Kita saling bercerita. Masa aku bersamanya membuat matahari iri dan perlahan ia menyembunyikan diri nya. Oleh karena itu kami harus pulang karena hari mulai gelap. Keesokan harinya, aku berangkat sekolah menelusuri jalan setapak menembus hutan yang menyambungkan sekolahku dengan rumahku.
Sesampainya di kelas, aku duduk sembari membaca buku dan sedikit bercerita tentang peristiwa kemarin pada Nur, teman sebangku ku. pelajaran pun terasa lebih cepat, dan baru kali ini aku tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar. Bel pulang berbunyi, aku pulang bersama Farid, Putri, Dina, Adi dan Vina yang  rumahnya tak jauh denganku.
Akhirnya aku pun sampai dirumah, rumahku masih terasa sepi karena kedua orangtua dan adik ku tengah bekerja disawah, sedangkan Mas Ilham masih sekolah. Seperti biasanya, aku pergi ke sawah untuk membantu orang tua ku. namun, sesampainya aku disawah terdapat Nessa, sahabat ku. betapa terkejutnya aku. Aku pun langsung menghampiri mereka. “assalamualaikum.” Ucapku  “waalaikumsalam”sahut mereka. Aku ikut bergabung dengan mereka di gubug sawah kami. Ikut berbincang bincang dan bergurau. “ika, pergilah ke sungai bersama Nessa, kalian lebih baik bermain saja, jangan sia sia kan waktu berharga kalian.” Ucap ibu  “baiklah bu, kami ke sungai dulu, assalamualaikum.” Jawabku. Aku dan Nessa pergi ke sungai, kami bercanda gurau.. kami bercerita tentang masa masa indah kami dulu. “Ika, maaf ya,, ini waktu terakhir kita bersama, karena besok aku harus kembali ke kota. Terimakasih kamu sudah meluangkan waktumu buatku. Aku sayang kamu.” Ujar Nessa “tapi kenapa kamu pulang secepat itu? Aku masih kangen sama kamu, bisa gak diundur lagi?.”jawabku “maaf Ika, aku hanya bisa libur selama 3 hari, aku janji suatu saat ketika liburan aku akan mengunjungimu. Akan kubawa kamu ke kota.” Jawab Nessa. Matanya berkaca kaca , dia memeluk ku erat, dan itu jumpa terakhirku sebelum ia kembali ke kota.

sekian, terimakasih :-) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar