SENYUM
YANG KURINDUKAN
By : delvika nur vindyani
Pagi
ini suasana desaku sangat damai. Burung burung nampak bahagia, sama sepertiku
yang tengah bahagia karena aku akan bertemu sahabat lama ku.
Aku
bangkit dari kasurku dan langsung mengambil peralatan mandiku. Udara yang
dingin tak meggoyahkan semangatku untuk menemuinya. Waktu menunjukkan pukul 10
pagi. Aku bergegas menuju ke sawah dekat rumahku. Sesampainya disawah, aku tak
melihat siapapun disini. Aku menunggu dan harap harap cemas kedatangan
sahabatku.
Waktu
terus berlalu, aku melihat sebuah bayangan mendatangiku. Ya! Itu sahabatku. Aku
berdiri dan langsung memeluknya. Ku lepaskan rinduku yang teramat dalam
dengannya. Sosok wanita cantik, berhijab dan anggun itupun memeluk ku. Terlihat
matanya berkaca kaca saat memelukku dan mengatakan rindu padaku.
Rinduku
padanya cair, setelah 5 tahun tak bertemu. Kita saling bercerita. Masa aku
bersamanya membuat matahari iri dan perlahan ia menyembunyikan diri nya. Oleh
karena itu kami harus pulang karena hari mulai gelap. Keesokan harinya, aku
berangkat sekolah menelusuri jalan setapak menembus hutan yang menyambungkan
sekolahku dengan rumahku.
Sesampainya
di kelas, aku duduk sembari membaca buku dan sedikit bercerita tentang
peristiwa kemarin pada Nur, teman sebangku ku. pelajaran pun terasa lebih
cepat, dan baru kali ini aku tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar. Bel
pulang berbunyi, aku pulang bersama Farid, Putri, Dina, Adi dan Vina yang rumahnya tak jauh denganku.
Akhirnya
aku pun sampai dirumah, rumahku masih terasa sepi karena kedua orangtua dan
adik ku tengah bekerja disawah, sedangkan Mas Ilham masih sekolah. Seperti
biasanya, aku pergi ke sawah untuk membantu orang tua ku. namun, sesampainya aku
disawah terdapat Nessa, sahabat ku. betapa terkejutnya aku. Aku pun langsung
menghampiri mereka. “assalamualaikum.” Ucapku
“waalaikumsalam”sahut mereka. Aku ikut bergabung dengan mereka di gubug
sawah kami. Ikut berbincang bincang dan bergurau. “ika, pergilah ke sungai
bersama Nessa, kalian lebih baik bermain saja, jangan sia sia kan waktu
berharga kalian.” Ucap ibu “baiklah bu,
kami ke sungai dulu, assalamualaikum.” Jawabku. Aku dan Nessa pergi ke sungai,
kami bercanda gurau.. kami bercerita tentang masa masa indah kami dulu. “Ika,
maaf ya,, ini waktu terakhir kita bersama, karena besok aku harus kembali ke
kota. Terimakasih kamu sudah meluangkan waktumu buatku. Aku sayang kamu.” Ujar
Nessa “tapi kenapa kamu pulang secepat itu? Aku masih kangen sama kamu, bisa
gak diundur lagi?.”jawabku “maaf Ika, aku hanya bisa libur selama 3 hari, aku
janji suatu saat ketika liburan aku akan mengunjungimu. Akan kubawa kamu ke
kota.” Jawab Nessa. Matanya berkaca kaca , dia memeluk ku erat, dan itu jumpa
terakhirku sebelum ia kembali ke kota.
sekian, terimakasih :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar